BANTUL – SMK Muhammadiyah 2 Bantul kembali menggelar pesta demokrasi pelajar melalui agenda Pemilihan Ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (Pemilos) tahun 2025. Kegiatan yang dilaksanakan pada awal September ini merupakan puncak dari proses kaderisasi untuk menentukan nakhoda baru yang akan memimpin organisasi selama satu periode ke depan.
Tugas Strategis di Balik Meja KPPS 4
Pada pelaksanaan Pemilos tahun ini, saya mendapatkan amanah penting untuk bertugas sebagai anggota KPPS 4 (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). Peran ini memiliki tanggung jawab yang sangat teknis dan krusial dalam menjamin kelancaran alur pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Sebagai petugas KPPS 4, fokus utama saya meliputi:
- Penerimaan Pemilih: Bertanggung jawab dalam menerima pemilih yang datang dan memastikan mereka terdaftar dalam daftar pemilih tetap.
- Verifikasi Data: Memeriksa identitas siswa agar tidak terjadi duplikasi surat suara atau penggunaan hak suara yang tidak sah.
- Pengaturan Antrean: Menjaga alur masuk dan keluar pemilih agar tetap tertib, sehingga proses pemungutan suara tidak menumpuk dan berjalan efisien.
Menjaging Integritas dan Transparansi
Bekerja di balik meja panitia memberikan pelajaran berharga mengenai arti integritas. Setiap surat suara yang dikeluarkan harus tercatat dengan akurat. Pengalaman ini mengajarkan saya dan tim panitia lainnya tentang pentingnya ketelitian dalam mengelola administrasi pemilihan, mulai dari pembukaan kotak suara hingga tahap penghitungan nanti.
Kesimpulan dan Harapan
Pemilos 2025 bukan sekadar ajang pilih-memilih, tetapi merupakan sarana pendidikan politik yang nyata bagi seluruh siswa Mudaba. Dengan suksesnya pelaksanaan tugas panitia KPPS, diharapkan ketua terpilih nantinya merupakan pemimpin yang benar-benar merepresentasikan aspirasi seluruh pelajar. Pengalaman menjadi bagian dari penyelenggara ini menjadi catatan penting dalam perjalanan organisasi saya, memperkuat pemahaman mengenai sistem demokrasi yang jujur dan adil.