IMOGIRI – Pada tanggal 19-20 Juni 2025, suasana hening di Sasana Topan Bumi Arum, Imogiri berubah menjadi penuh semangat kedermawanan dan ketangkasan. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) bersama gerakan kepanduan Hizbul Wathan (HW) SMK Muhammadiyah 2 Bantul menggelar agenda tahunan Jurid Malam. Kegiatan ini merupakan ajang penempaan mental, fisik, dan spiritual bagi para kader di tengah alam terbuka.
Manajemen Pos 1: Kesehatan dan Kesiapan sebagai Prioritas
Dalam kegiatan jelajah malam ini, saya bertugas di Pos 1 bersama Ibu Fahadaina, S.Pd dan Ajeng. Pos pertama ini memiliki peran yang sangat krusial karena menjadi gerbang awal pengecekan kesiapan seluruh peserta sebelum memasuki rute yang lebih menantang.
Tugas dan tanggung jawab kami di Pos 1 meliputi:
- Screening Kesehatan: Melakukan pengecekan riwayat sakit kepada para peserta (total 11 anak pada sesi tersebut). Memastikan bahwa setiap siswa dalam kondisi fisik yang mumpuni untuk menempuh perjalanan jauh di malam hari adalah prioritas utama kami.
- Pengecekan Logistik: Memastikan setiap peserta membawa bekal yang cukup, terutama ketersediaan air mineral, guna mencegah dehidrasi selama kegiatan berlangsung.
- Sistem Penandaan (Pita Merah): Bagi peserta yang secara fisik dirasa sudah kurang sehat atau tidak kuat melanjutkan perjalanan berat, kami memberikan tanda khusus berupa lencana pita merah di lengan. Penandaan ini berfungsi agar panitia di pos-pos berikutnya memberikan pengawasan ekstra atau tindakan evakuasi jika diperlukan.
Sinergi IPM dan Hizbul Wathan
Kolaborasi antara IPM dan Hizbul Wathan dalam Jurid Malam ini menciptakan atmosfer pendidikan karakter yang kuat. Peserta tidak hanya dilatih secara fisik melalui penjelajahan, tetapi juga diajarkan tentang kemandirian, kerjasama tim, dan keteguhan hati dalam menghadapi kegelapan dan tantangan alam.
Kesimpulan dan Refleksi
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di Imogiri ini sukses mencetak kader-kader yang lebih tangguh. Pengalaman bertugas di Pos 1 memberikan saya pelajaran berharga mengenai pentingnya preventive action (tindakan pencegahan) dalam sebuah kegiatan lapangan. Ketelitian dalam mengecek kesehatan dan logistik adalah kunci utama agar tujuan pendidikan karakter dapat tercapai tanpa mengabaikan keselamatan peserta.